Skripsi ini membahas konsep dan praktik para relawan di sekolah non formal yang
terdapat di wilayah DKI Jakarta dalam upaya memberdayakan anak-anak dari keluarga
miskin dan persepsi peserta didik terhadap proses belajar di sekolah non formal itu. Pada
skripsi ini, dipaparkan mengenai kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam sekolah non
formal dimana terdapat anak-anak sebagai murid dan para relawan yang menjalankan fungsi
sebagai guru. Penelitian ini berfokus pada suatu proses bagaimana guru mempraktikkan cara
belajar kepada murid-muridnya sesuai dengan makna dan hakikat dari nilai-nilai yang
melekat pada nama sekolah tersebut. Penelitian ini, menggunakan metode etnografi, dimana
selain meneliti, peneliti juga melakukan proses wawancara mendalam terhadap beberapa
relawan pengajar dan anak-anak yang merupakan murid di sekolah tersebut. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa relawan yang menjalankan fungsi sebagai guru sekolah bukan
sebatas memberikan pengetahuan saja, tetapi juga berupaya mempraktikkan nilai-nilai
mendidik tanpa harus melakukan kekerasan, tanpa diskriminasi dan berusaha mengayomi
murid-muridnya tanpa putus asa. Anak-anak peserta sekolah merasa para relawan mampu
mengimplementasikan nilai-nilai pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa
belajar. Selain itu yang terpenting adalah bagaimana sang guru berhasil mentransmisikan
sebuah pengetahuan hingga akhirnya sang siswa mampu berprestasi dalam mata pelajaran
yang terdapat dalam ruang lingkup sekolah formal. Relawan yang berfungsi sebagai guru
kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti siswa yang sulit diatur, siswa yang kesulitan
dalam memahami materi pembelajaran, serta para siswa yang ramai dan sulit diatur ketika
sesi pembelajaran berlangsung. Walaupun begitu, para guru tidak menyerah dan berputus asa
untuk mendidik dan mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Para guru
xi
Universitas Indonesia
mempunyai metode pembelajaran tersendiri agar murid-muridnya memahami pelajaran yang
diberikan. Di sekolah non formal tersebut, dalam kegiatan pembelajarannya, tidak ada
hukuman oleh para guru ketika murid-muridnya mengalami kesulitan dalam memahami
suatu mata pelajaran. Terkait dengan persepsi sekolah non formal, suasana belajar sangat
menyenangkan, karena menurut mereka, gurunya sangat baik, ramah, dan pengertian
terhadap para muridnya. Ketika para murid mampu menyelesaikan kewajibannya untuk
mengerjakan soal dari suatu mata pelajaran maka sebagai bentuk apresiasi, para murid
diberikan hadiah oleh gurunya berupa makanan dan minuman ringan. Satu hal yang paling
penting dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana anak-anak dapat dengan nyaman
melakukan sesi pembelajaran yang pada akhirnya membuat sekolah ini terus berdiri dan
dibutuhkan oleh anak-anak. Dengan keberadaan sekolah ini, anak-anak mampu bersikap
lebih baik dan dapat memahami materi pelajaran yang diberikan di sekolah formalnya dengan
lebih baik lagi, sehingga mampu berprestasi dan bersaing dengan anak-anak lain yang lebih
beruntung dibanding mereka. Hal ini sesuai dengan makna dari tema sekolah non formal
tersebut, yaitu mendidik para muridnya agar bermental juara.
Deskripsi Lengkap