Deskripsi Lengkap

PengarangImam Ashari Naser / 1506755832
JudulPemberdayaan Masyarakat Dalam Pemberia Pendidikan Untuk Anak-Anak Miskin Di Sekolah Sosial D'Champ, Jakarta Selatan
Pembimbing/SupervisorSuraya Abdulwahab Afiff, Ph.D
Bahasa UtamaInd
AbstrakSkripsi ini membahas konsep dan praktik para relawan di sekolah non formal yang terdapat di wilayah DKI Jakarta dalam upaya memberdayakan anak-anak dari keluarga miskin dan persepsi peserta didik terhadap proses belajar di sekolah non formal itu. Pada skripsi ini, dipaparkan mengenai kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam sekolah non formal dimana terdapat anak-anak sebagai murid dan para relawan yang menjalankan fungsi sebagai guru. Penelitian ini berfokus pada suatu proses bagaimana guru mempraktikkan cara belajar kepada murid-muridnya sesuai dengan makna dan hakikat dari nilai-nilai yang melekat pada nama sekolah tersebut. Penelitian ini, menggunakan metode etnografi, dimana selain meneliti, peneliti juga melakukan proses wawancara mendalam terhadap beberapa relawan pengajar dan anak-anak yang merupakan murid di sekolah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relawan yang menjalankan fungsi sebagai guru sekolah bukan sebatas memberikan pengetahuan saja, tetapi juga berupaya mempraktikkan nilai-nilai mendidik tanpa harus melakukan kekerasan, tanpa diskriminasi dan berusaha mengayomi murid-muridnya tanpa putus asa. Anak-anak peserta sekolah merasa para relawan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa belajar. Selain itu yang terpenting adalah bagaimana sang guru berhasil mentransmisikan sebuah pengetahuan hingga akhirnya sang siswa mampu berprestasi dalam mata pelajaran yang terdapat dalam ruang lingkup sekolah formal. Relawan yang berfungsi sebagai guru kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti siswa yang sulit diatur, siswa yang kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, serta para siswa yang ramai dan sulit diatur ketika sesi pembelajaran berlangsung. Walaupun begitu, para guru tidak menyerah dan berputus asa untuk mendidik dan mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Para guru xi Universitas Indonesia mempunyai metode pembelajaran tersendiri agar murid-muridnya memahami pelajaran yang diberikan. Di sekolah non formal tersebut, dalam kegiatan pembelajarannya, tidak ada hukuman oleh para guru ketika murid-muridnya mengalami kesulitan dalam memahami suatu mata pelajaran. Terkait dengan persepsi sekolah non formal, suasana belajar sangat menyenangkan, karena menurut mereka, gurunya sangat baik, ramah, dan pengertian terhadap para muridnya. Ketika para murid mampu menyelesaikan kewajibannya untuk mengerjakan soal dari suatu mata pelajaran maka sebagai bentuk apresiasi, para murid diberikan hadiah oleh gurunya berupa makanan dan minuman ringan. Satu hal yang paling penting dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana anak-anak dapat dengan nyaman melakukan sesi pembelajaran yang pada akhirnya membuat sekolah ini terus berdiri dan dibutuhkan oleh anak-anak. Dengan keberadaan sekolah ini, anak-anak mampu bersikap lebih baik dan dapat memahami materi pelajaran yang diberikan di sekolah formalnya dengan lebih baik lagi, sehingga mampu berprestasi dan bersaing dengan anak-anak lain yang lebih beruntung dibanding mereka. Hal ini sesuai dengan makna dari tema sekolah non formal tersebut, yaitu mendidik para muridnya agar bermental juara.
Jenis Bahan
Kode Bahasa
No. Induk0040-2021/ESK-Ant Ima p
Catatan Umum
No. Barkod0040-2021/ESK-Ant Ima p
Kata Kuncipemberdayaan masyarakat, pendidikan non formal, strategi pembelajaran, transmisi pengetahuan
Kota TerbitDepok
Tahun2021
Subjek
Tahun Buka Akses
Catatan Bibliografi
PenerbitFISIP UI
PemilikFISIP-UI
Pembatasan Akses
Lokasi
Catatan Disertasi
Akses dan Lokasi Elektronik
Sumber Koleksi
Deskripsi Fisik
Catatan Bahasa
No. Panggil0040-2021/ESK-Ant Ima p
Ketersediaan
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
0040-2021/ESK-Ant Ima p 0040-2021/ESK-Ant Ima p TERSEDIA
Ulasan Anggota
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 77384
Sampul
Abstrak
Skripsi ini membahas konsep dan praktik para relawan di sekolah non formal yang terdapat di wilayah DKI Jakarta dalam upaya memberdayakan anak-anak dari keluarga miskin dan persepsi peserta didik terhadap proses belajar di sekolah non formal itu. Pada skripsi ini, dipaparkan mengenai kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam sekolah non formal dimana terdapat anak-anak sebagai murid dan para relawan yang menjalankan fungsi sebagai guru. Penelitian ini berfokus pada suatu proses bagaimana guru mempraktikkan cara belajar kepada murid-muridnya sesuai dengan makna dan hakikat dari nilai-nilai yang melekat pada nama sekolah tersebut. Penelitian ini, menggunakan metode etnografi, dimana selain meneliti, peneliti juga melakukan proses wawancara mendalam terhadap beberapa relawan pengajar dan anak-anak yang merupakan murid di sekolah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relawan yang menjalankan fungsi sebagai guru sekolah bukan sebatas memberikan pengetahuan saja, tetapi juga berupaya mempraktikkan nilai-nilai mendidik tanpa harus melakukan kekerasan, tanpa diskriminasi dan berusaha mengayomi murid-muridnya tanpa putus asa. Anak-anak peserta sekolah merasa para relawan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa belajar. Selain itu yang terpenting adalah bagaimana sang guru berhasil mentransmisikan sebuah pengetahuan hingga akhirnya sang siswa mampu berprestasi dalam mata pelajaran yang terdapat dalam ruang lingkup sekolah formal. Relawan yang berfungsi sebagai guru kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti siswa yang sulit diatur, siswa yang kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, serta para siswa yang ramai dan sulit diatur ketika sesi pembelajaran berlangsung. Walaupun begitu, para guru tidak menyerah dan berputus asa untuk mendidik dan mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Para guru xi Universitas Indonesia mempunyai metode pembelajaran tersendiri agar murid-muridnya memahami pelajaran yang diberikan. Di sekolah non formal tersebut, dalam kegiatan pembelajarannya, tidak ada hukuman oleh para guru ketika murid-muridnya mengalami kesulitan dalam memahami suatu mata pelajaran. Terkait dengan persepsi sekolah non formal, suasana belajar sangat menyenangkan, karena menurut mereka, gurunya sangat baik, ramah, dan pengertian terhadap para muridnya. Ketika para murid mampu menyelesaikan kewajibannya untuk mengerjakan soal dari suatu mata pelajaran maka sebagai bentuk apresiasi, para murid diberikan hadiah oleh gurunya berupa makanan dan minuman ringan. Satu hal yang paling penting dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana anak-anak dapat dengan nyaman melakukan sesi pembelajaran yang pada akhirnya membuat sekolah ini terus berdiri dan dibutuhkan oleh anak-anak. Dengan keberadaan sekolah ini, anak-anak mampu bersikap lebih baik dan dapat memahami materi pelajaran yang diberikan di sekolah formalnya dengan lebih baik lagi, sehingga mampu berprestasi dan bersaing dengan anak-anak lain yang lebih beruntung dibanding mereka. Hal ini sesuai dengan makna dari tema sekolah non formal tersebut, yaitu mendidik para muridnya agar bermental juara.