Skripsi ini mengkaji variasi mekanisme petani pengukur curah hujan di Sumedang
dalam mewujudkan tindakan kolektif pada kelompok taninya. Dalam mengulas variasi
tersebut, skripsi ini menelusuri pula bagaimana berbagai variasi mekanisme atau cara
tersebut tidak hanya berguna sebagai wahana untuk mewujudkan suatu tindakan secara
kolektif, namun juga berguna dalam mengantisipasi ketidakpastian kondisi iklim di
masa depan. Dengan menggunakan metode etnografi, skripsi ini menunjukkan bahwa
mekanisme yang dilakukan petani menunjukan relevansi dari aspek pengetahuan,
status sosial, dan kebiasaan bercocok tanam dalam kapasitas petani pengukur curah
hujan dalam memengaruhi tindakan kolektif. Dalam mengulas hal tersebut, studi ini
berfokus pada analisis mengenai konteks pengalaman individual, faktor kontekstual
seperti kondisi ekosistem lahan, dan hubungan/interaksinya dengan anggota kelompok
serta dinas pertanian setempat, yang memengaruhi munculnya variasi tersebut.
Deskripsi Lengkap