Deskripsi Lengkap

Skripsi
No. Panggil : 0004-2023/ESK-KES Aul p
Judul : Peran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam penanggulangan bencana di Indonesia
Pengarang : Aulia Shafira Putriedi
Strata :
Pembimbing : Sofyan Cholid, S. Sos., M.Si.
Fakultas :
Tahun : 2023
Open/Membership :
Ketersediaan
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
0004-2023/ESK-KES Aul p 0004-2023/ESK-KES TERSEDIA
Ulasan Anggota
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 79040
Sampul
Abstrak
Penulisan ini membahas peranan Tagana dalam penanggulangan bencana alam di Indonesia yang dibahas dari disiplin ilmu Kesejahteraan Sosial. Latar belakang dilakukannya penulisan ini karena tingginya tingkat kejadian bencana alam dari tahun ke tahun membuat Kementerian Sosial RI menyadari pentingnya peranan dan pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana. Dalam melaksanakan penanggulangan bencana, Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Daerah membentuk suatu organisasi yang berbasis dari masyarakat Bernama Taruna Siaga Bencana (Tagana). Penulisan ini dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2022 dengan menggunakan metode kajian literatur. Berawal dari penelusuran terhadap 15 (lima belas) jurnal penelitian terdahulu yang relevan dari rentang waktu 2014-2022, penulis melakukan penyeleksian jurnal sehingga terdapat 5 jurnal yang dijadikan bahan penulisan telaah kasus untuk menjelaskan peranan Tagana dalam penanggulangan bencana di 6 wilayah yaitu Pesawaran (Lampung), Serang dan Sukabumi (Jawa Barat), DKI Jakarta, Samarinda (Kalimantan Timur), dan Gowa (Sulawesi Selatan). Penulisan ini menyampaikan gambaran mengenai peranan organisasi Tagana yang berkaitan dengan kegiatan pra bencana, saat tanggap bencana, dan pasca bencana. Peranan tersebut akan dikaitkan dengan teori penanggulangan bencana dari Nick Carter. Hasil hasil dari penulisan ini mengungkapkan adanya keterkaitan antara peranan Tagana dengan siklus penanggulangan bencana Nick Carter. Tahapan penanggulangan bencana berkaitan pada tahapan preventif dan mitigasi bencana yaitu saat sebelum terjadinya bencana (pra bencana) untuk mengurangi risiko yang merugikan masyarakat, tahapan kesiapsiagaan dan respon yaitu suatu bentuk reaksi cepat dari Tagana akan suatu kejadian (saat tanggap darurat) yang merupakan kegiatan evakuasi korban bencana ke tempat yang lebih aman dan penyaluran bantuan logistik kepada para korban, dan tahapan pemulihan dan pembangunan (pasca bencana) yang merupakan proses pengembalian masyarakat untuk dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala dengan melakukan trauma healing.