Deskripsi Lengkap

Skripsi
No. Panggil : 0035-2021/ESK-KESOS Muh p
Judul : Peran Pelaksana CSR dalam Pemulihan Mata Pencaharian Masyarakat (Studi Deskriptif Peran Anwar Muhammad Foundation dalam Livelihood Restoration Program PT. Supreme Energy Muara Laboh)
Pengarang : Muhammad Hanif Ridho
Strata :
Pembimbing : Sofyan Cholid, S.Sos., M.Si.
Fakultas :
Tahun : 2021
Open/Membership :
Ketersediaan
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
0035-2021/ESK-KESOS Muh p 0035-2021/ESK-KESOS TERSEDIA
Ulasan Anggota
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 79403
Sampul
Abstrak
Penelitian ini membahas mengenai peran Anwar Muhammad Foundation sebagai pelaksana CSR dalam Pemulihan Mata Pencaharian Masyarakat pada Livelihood Restoration Program PT Supreme Energy Muara Laboh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan studi literatur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya lahan area masyarakat di tiga jorong pada Kecamatan Pauh Duo yang diakuisisi sehingga berdampak pada mata pencaharian masyarakat. Hal tersebut mendorong PT SEML untuk memenuhi kewajibannya dalam memulihkan mata pencaharian masyarakat melalui Livelihood Restoration Program dilimpahkan pengerjaannya kepada Anwar Muhammad Foundation. Hasil dari penelitian tersebut adalah dalam pemulihan mata pencaharian masyarakat, AMF melakukan peran secara keseluruhan, pada tahap persiapan seperti penyusunan tim, validation assessment report, dan perencanaan rancangan, pada masa pendampingan, pada pendirian kelembagaan, serta pada proses evaluation outcomes. Adapun secara umum, AMF berperan memberikan konsultasi kepada PT SEML namun disertai juga dengan implementasi. Selain itu, AMF juga menjalankan peran seperti validation (assessment), planning, monitoring, reporting dan evaluasi. Selain itu, sesuai dengan kategorisasi peran community worker, AMF menjalankan peran seperti enabler, edukator, broker, perencana sosial, tenaga ahli, advokat, dan adaptasi peran secara mendasar. Berkaitan dengan pemulihan mata pencaharian, terbagi ke dalam lima aset berdasarkan Sustainable Livelihood Approach. Kelima aset tersebut meliputi Human Asset, Social Asset, Natural Asset, Physical Asset, dan Financial Asset. Berkaitan dengan itu, Setelah AMF berperan pada LRP diperlihatkan bahwa mata pencaharian masyarakat berdasarkan pembagian kelima aset tersebut secara umum terpulihkan. Namun secara keseluruhan terdapat beberapa kritik serta masukan kepada AMF pada pelaksanaan LRP tersebut. Terdapat pula beberapa tantangan yang dihadapi pada saat berperan dalam pemulihan mata pencaharian masyarakat, di antaranya pada saat pendampingan, pendirian kelembagaan, dan pada saat evaluasi.