Penelitian ini berusaha melihat generasi muda dalam praktiknya. Praktik yang saya pilih
adalah praktik kepengurusan Rohkris di SMAN 1 Depok. Praktik ini menjadi penting
untuk diamati karena merupakan organisasi kerohanian di tengah sistem pendidikan
sekular, serta statusnya yang ekstrakurikuler tetapi diwajibkan bagi siswa Kristen
Protestan. Saya berfokus pada kepengurusan Rohkris serta melihatnya sebagai kerja.
Dalam proses kerjanya, pengurus Rohkris merefleksikan posisi mereka di tengah relasi
antar siswa, dengan sekolah, guru, alumni, maupun masa depan mereka. Refleksi ini
berlanjut pada proses terbentuknya nilai kerja mereka yang, dengan pendefinisian kerja
dan nilai kerja dari Graeber dan feminis Marxis yang tidak terbatas pada produktivitas.
Proses pembentukan nilai kerja ini berkait erat dengan sistem pendidikan neoliberal yang
juga dilihat sebagai proses, yang melahirkan proses pembentukan nilai kerja sebagai suatu
respons lokal pengurus Rohkris.
Deskripsi Lengkap