Artikel ini mengeksplorasi bagaimana film Disney Encanto berfungsi sebagai metode inovatif untuk strategi
pencitraan tempat guna meningkatkan citra negara Kolombia. Selama berabad-abad, Kolombia digambarkan oleh
media sebagai negara yang terkait dengan perdagangan narkoba dan perang gerilya. Pertimbangan etis dalam
menggambarkan sesuatu negara atau budaya sangatlah penting, karena representasi tersebut membentuk persepsi
penonton, terutama bagi mereka yang belum pernah berinteraksi atau mengunjungi negara tersebut secara
langsung. Representasi yang salah dapat berdampak negatif terhadap reputasi suatu negara dan memperkuat
stereotip. Encanto memberikan gambaran inovatif dengan menampilkan sisi keajaiban dan semaraknya negara
Kolombia. Dengan memanfaatkan kerangka pencitraan tempat oleh Kavaratzis (2004), artikel ini menunjukkan
bagaimana Encanto mengintegrasikan berbagai elemen komunikasi dalam film, sehingga memperkuat upaya
komunikasi yang lebih luas yang secara positif memengaruhi citra Kolombia. Melalui tinjauan literatur dan
observasi, penelitian ini mengungkapkan bahwa Encanto berhasil menjadi alat komunikasi sekunder yang inovatif
dan berhasil meningkatkan citra Kolombia dengan menghadirkan komunikasi utama negara tersebut secara
autentik. Meskipun kehilangan beberapa elemen komunikasi utama, Encanto berhasil melampaui kerangka
tersebut, dimana mereka menekankan kekayaan kultural negara tersebut. Visual, karakteristik, cerita, dan detail
rumit dari film ini menggambarkan bagaimana film seperti Encanto dapat meningkatkan reputasi suatu negara
secara efektif, menyelaraskan dan melampaui kerangka branding tempat Kavaratzis.
Deskripsi Lengkap