Tulisan ini menganalisis mengapa Australia yang merupakan negara non senjata nuklir
melakukan pengadaan kapal selam bertenaga nuklir dalam kerja sama keamanan
trilateral AUKUS. Tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan causal-process tracing. Analisis dalam tesis ini menggunakan konsep
Foreign Policy Analysis (FPA), untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
penyusunan kebijakan luar negeri Australia yang merupakan negara non-nuklir namun
melakukan pengadaan kapal selam bertenaga nuklir dengan Amerika Serikat dan Inggris
melalui AUKUS. Faktor-faktor penyusun kebijakan luar negeri yang dimaksud dalam
konsep ini adalah faktor domestik dan internasional. Hasil dari analisis tesis ini
menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Australia dipengaruhi oleh faktor domestik
dengan indikator keadaan geografi, tradisi dan sejarah, serta kapabilitas militer dari
Australia, serta faktor internasional dengan indikator sistem internasional, perjanjian
internasional, dan kerja sama Australia. Walaupun kebijakan yang diambil oleh
Australia ini menghadirkan beragam tanggapan yang cenderung negatif atas
penggunaan kapal selam bertenaga nuklr, kebijakan tersebut tetap dijalankan oleh
Australia mengingat terus meningkatnya ancaman di Indo-Pasifik.
Deskripsi Lengkap