Di dalam perkembangan Ilmu Hubungan Internasional, jaringan kota transnasional
(TMN) menjadi salah satu aktor non-negara yang hadir di dalam tata kelola iklim global.
Jaringan yang beranggotakan kota-kota lintas batas negara ini bertujuan untuk mendorong
kerja sama antarkota dalam isu iklim dan mewakili suara kota dalam politik internasional.
Studi ini menganalisis 41 literatur dari Scopus dengan menggunakan metode taksonomi
untuk menangkap pemahaman pengetahuan mengenai TMN dalam tata kelola iklim
global. Literatur-literatur tersebut dibagi ke dalam 3 tema utama yaitu 1) perkembangan
TMN, 2) tata kelola TMN, dan 3) efektivitas TMN dalam tata kelola iklim global. Studi
ini menunjukkan bahwa TMN telah menjadi aktor yang diakui dan memiliki peran
sebagai perwakilan kota dan wadah pertukaran informasi bagi kota-kota mengenai
kebijakan iklim. Kegiatan TMN bersifat komplementer terhadap tata kelola yang
dilakukan oleh negara, tetapi efektivitasnya masih belum maksimal. Kesenjangan antara
kota dari belahan Utara dengan Selatan tampak dari segi proporsi persebaran anggota
serta kapabilitas dan hambatan yang timpang. Kajian mengenai TMN sudah cukup
matang dan terus berkembang, tetapi dibutuhkan representasi perspektif dari para
akademisi belahan Selatan yang lebih besar untuk melengkapi kajian ini.
Deskripsi Lengkap