Kegagalan penjualan kapal selam nuklir dari Prancis ke Australia yang diproyeksikan
memiliki dampak yang signifikan menghambat proses Prancis untuk mencapai tujuan dan
kepentinganya di kawasan Indo-Pasifik. Pasca kegagalan tersebut Prancis kemudian
menjual pesawat tempur Rafale dan kapal selam Scorpene ke Indonesia. Untuk
menjelaskan mengenai penjualan tersebut penulis menggunakan konsep diplomasi
pertahanan dalam menganalisis kepentingan Prancis dalam menjual Rafale dan Scorpene
ke Indonesia. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Prancis memiliki beberapa
kepentingan utama seperti membangun kepercayaan dan mencari mitra baru di kawasan
Indo-Pasifik yang dinamis, menciptakan hubungan jangka panjang dengan Indonesia
serta mendukung dan mengembangkan industri pertahananya yang memiliki nilai
strategis tersendiri bagi Prancis. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana
penjualan ini berfungsi sebagai instrumen kebijakan luar negeri Prancis, yang tidak hanya
bertujuan untuk keuntungan ekonomi tetapi juga untuk memperkuat posisi strategisnya di
panggung internasional
Deskripsi Lengkap